Palistina Menjerit, Jutaan Umat Islam Tertawa

ALLAH HU AKHBAR, ALLAH HU AKHBAR, ALLAH HU AKHBAR, teriakan mereka disela dera dan derita yang diemban, tetapi mereka masih tetap bertakbir kepada Ilah yang robbul ‘alamin. Mungkin ucapan itulah menjadi pengobat luka nestapa bagi saudara kita. Sampai dengan detik ini, ribuan peluru dari serdadu teroris israil masih tetap mengintai kepala dan meminta darah dari masing-masing mereka.

Ceceran darah mengucur dari kepala, melintasi wajahnya yang putih bersih dari noda dosa. Sepanjang jalan terlihat ceceran darah yang menjadi saksi bisu kebiadaban teroris israil. Rumah kecil mungil yang menjadi surga idamannya kini telah rata menjadi puing-puing yang berserakan. Ya Allah, sedih nian nasib yang engkau takdirkan kepada saudara kami disana. Hambamu ini tak sanggup menyaksi berita di televisi, bahkan melihat foto-foto mereka. Ya Allah tak kuasa hambaMu ini untuk menahan airmata. Ya Allah memang hambaMu tidak berdaya ya Allah, berilah hambaMu ini petunjuk dan jalan.

Disko, pesta pora, parti-partian, ketawa terbahak-bahak, semuanya ada pada malam ini (31/12/08). Ya itulah yang terjadi dibelahan dunia yang berada diluar negara Palestina. Ditempatku sendiri, RT sebelah mengadakan malam keramaian diiringi musik keyboard, didepan rumahku wanita dan laki baik yang suami istri maupun yang bukan makhram sedang bersendagurau. Padahal mereka semua juga orang-orang muslim yang satu akidah dengan saudaraku yang di Palestina. Masya Allah, lebih ironisnya lagi bahkan mereka menenggak arak baik itu laki-laki maupun perempuan.

Dimanakah kesadaran kita, dimana?. Tulikah telinga kita, butakan mata kita, bodohkan kita hingga tidak bisa membaca ayat-ayat Allah dan sabda Rasulullah?. Padahal Allah mengatakan bahwa kita ini adalah makhluk yang sempurna yang Allah ciptakan, bahkan kita lebih sempurna dari MalaikatNya. Kita semua pasti sudah pernah membaca dan mendengar sabda Rasulullah yang bunyinya seakan seperti ini “Muslim satu dengan muslim yang lainnya adalah bersaudara, merka diibaratkan satu tubuh. Jika tubuh yang satu sakit maka tubuh yang lainnya juga merasakan sakit”. Sungguh apa yang terjadi pada saat ini sangat bertolak belakang oleh hadits tersebut. Astaghfirullaahalazim (ampunilah aku ya Allah).

Daaarrr, ciuuuu daaarr (teriuan bunyi kembang api) saat ini sedang melalak di angkasa, karena pada saat ini pukul telah menunjukkan jam dua belas malam. Pikiranku langsung melayang bersama bayangan kesedihan. Jiwaku langsung mendarat di negeri Palestina, negerinya para nabi-nabi Allah SWT. Aku seakan sedang berdiri di puing-puing yang masih menyisakan api yang membara. Aku membiarkan kakiku menginjak bara api tersebut. Ku harapkan agar panasnya bisa merasuki disetiap sanubari, agar giroh jihadku mampu bangkit kembali. Biarpun tubuh ini komal oleh serpihan noda dosa, tapi aku tetap berharap bisa menjadi para syuhada, syuhada yang berperang dengan jiwa maupun raganya.

Terlepar dari itu, tadi saat aku buka e-mail di yahoo. Kembali aku melihat koleksi foto-foto kejadian di Palestina dari yahoonews. Satu persatu ketelusuri isi web tersebut, tiba dipertengahan penelusuran aku tersentak. Ada dua gambar yang berdekatan dan memiliki kabar yang berbeda. Begitu banyak foto yang mengabarkan penderita masyarakat Palestina. Tak peduli itu anak-anak, perempuan, lansia semuanya jadi santapan bom pemangsa teroris islrail. Tapi tiba-tiba ada photo yang menggambarkan tentang kegembiraan perempuan dan anak-anak masyarakat israil. Mereka menari bersama-sama diiringi dengan potret para musisi musik cadas. Sungguh bajingan mereka itu semua. Ya Allah, laknatkanlah mereka baik di dunia maupun di akhirat kelak. Ingatlah engkau israil, tentara Allah pasti menang. Mereka yang syahid Insya Allah akan dibalaskan surga.

Untuk itu, titipkan sedikit harapan buat mereka wahai saudaraku yang seakidah. Ingatlah apa yang kamu lakukan untuk bergembira di malam penggantian tahun ini adalah perbuatan yang salah. Itu adalah perbuatan para kaum kafir yunani untuk membodohi kaum yahudi pada saat itu, karena saat itu kaum yahudi memang benar-benar tertindas. Dan harus saudaraku ingat juga, akidah kita juga berubah bahkan syahadah kita, ingat itu syahadah kita adalah pengakuan terhadap Ilah yang satu dan nabi Muhammad untusanNya juga menjadi batal. Masya Allah, hanya karena sesuatu hal bencalah yang harus kita dapatkan.

Akirnya, dengan coretan yang tidak seberapa karena keterbatasan ilmu dan kemampuan. Tapi sikurcaci ini masih ingin juga menyapaikan nasehat walau banyak diantara saudara-saudara yng tidak menerima. Tetapi ini juga salah satu dari jihad amali dan masih sebatas inilah kemampuan yang aku miliki. Jika tidaklah berkenan dihati para pembaca, dipersilahkan untuk menyisihkannya jauh-jauh dari pikiran saudara. Tapi jika artikel ini terasa bermanfaat, juga dipersilahkan untuk menerimanya. Sungguh masih banyak kesalahan di dalam artikel ini, karena jiwa ini masih penuh dengan serpihan noda hingga syaitan masih selalu melintas dalam pikiranku ini. Jika ada kebaikannya sungguh itu hanya dari Allah SWT. Amin

Akirul Khalam, Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Silahkan kritiknya dilayangkan : roz_alee@yahoo.com

Satu Tanggapan ke “Palistina Menjerit, Jutaan Umat Islam Tertawa”

  1. may Says:

    yup… assalamu’alaikum. saya sepakat kalau memang israel itu dikecam Allah dalam Al-qur’an. karena kekejamannya, telah banyak orang tak berdosa yang teraniaya tak pandang bulu tua,muda, besar kecil.. semua jadi korban kekejaman israel… bagi temen2 yang peduli dengan palestina, dimohon doanya untuk palestina kalau toh kita tidak dapat berjihad langsung kesana paling tidak kita bisa berdoa di rumah masing2 dengan cara dan keyakinan masing2…


Tinggalkan Balasan