Apakah Aku berkeluh kesah ?

Malam ini jariku masih juga bergetar diatas papan memiliki tut-tut yang bernomar dan tersusun rapi huruf aksara. Aku coba kerlipkan mata beberapa kali sambil mengeluarkan hawa panas dari mulut yang bersuara haaaaaa – seperti suara orang mengeluh,red”.

Pelan-pelan arah radar mataku menatap menghapiri sudut kanan pandangan mata, disana tertulis dengan kakunya angka yang menunjukkan telah pukul 12.02 malam. Kembali aku mengerlipkan mata ini, sambil menunduk wajahku kebawah. Disana, di ujung jemari kaki, seakan-akan aku memasuki dunia yang berbeda. Jauh, jauh sekali pandanganku tertuju, yang tampak hanya kabus asap seperti awan yang mengaburi pandangan. Kuputuskan mengerakkan tangan kananku, ku ayunkan dengan lembut lengan tangan, kuseka dengan lembut kedua mataku agar tak tak silau lagi pandangan ini.

Pelan-pelan kelopak mataku ku buka, samar, redup, silau dan akhirnya cerah pandanganku disekitarnya. Kembali aku menengadahkan kepala dengan irama gerakan yang teratur. kucuba untuk kembali melihat kehadapan. Mata berkelip beberapa kali, kepala digelengkan kekiri kekanan. Focuskan kembali mata dengan pandangan antara pejam dan melek, tapi pandangan itu masih tetap saja kabus dan kabur. Kuambil satu keputusan pasti untuk melangkahkan kaki kehadapi, kusonsong apa yang ada dihadapanku. Tapi aku tidak menitipkan sedikitpun harapan terhadap apa yang ada dihadapan, agar tidak ada kekecewaan yang harus aku terima nantinya.

Srek, srek, srek…. Langkah kaki merambah lalauan. Terlunta-lunta dilaluan safan yang begitu asing sekali.

disambung dulu yaa…. penat betul.